Index

Entri Populer

Jumat, 28 Juni 2013

Review : Pangeran Mnemonik

Pangeran Mnemonik 1



"Kamu mencariku sampai ke sini ya, Putri Kelinci?"

Saat pesta topeng, acara yang diadakan untuk penutupan MOS, Marsha yang kebingungan mencari pasangan dansa nomor dua puluh tujuhnya, akhirnya menemukan cowok itu di tempat ini. Di gudang ini. Cowok itu... Arfin Dirgantara. Sang jenius Pangeran Mnemonik.

Pertama kali mengenalnya, Marsha jengkel setengah mati padanya. Bagaimana mungkin cowok arogan, sok, dan over PD kayak dia bisa dipuja oleh banyak anak cewek seantero sekolah??

Dan bagaimana mungkin, cowok pujaan banyak cewek itu mendadak dengan terang-terangan mendekatinya? Dalam situasi apapun, Arfin selalu menunjukkan rasa sukanya pada Marsha. Meskipun kadang dengan kata-kata dan ekspresi yang tidak Marsha mengerti.

Sampai akhirnya Marsha sadar, bahwa cowok itu adalah Pangeran yang selama ini ditunggu-ditunggu untuk menjemputnya...

* * * * * * * * * *

Pangeran Mnemonik : One More Time




Pertemuan yang seakan membuka celah bagi cahaya untuk masuk secara perlahan ke hati mereka. Setelah empat tahun lamanya, setelah hati telah tertempa oleh begitu banyak rasa dingin kerinduan. Akhirnya, sekarang mereka telah mampu saling menatap, menyelami.

Arfin Dirgantara :
Pemilik keabadian yang separuh hati dan jiwanya selama ini kurindukan, Tak akan kubiarkan dia lari lagi lebih jauh dari ini. Akan kubuat dia terikat erat, meski dengan keterbatasanku.

Marshareva Arifianti :
Apa yang dia pikirkan dibalik matanya yang menatapku dengan cara yang tak sama seperti dulu? Apa benar, tempaan yang membuatnya menjadi seperti ini? Tolong, jangan lagi membuatku harus mengusirnya menghilang. Masih bisa kurasakan sakit yang menggerogoti jiwaku kala itu. Atau, mungkinkah kali ini aku saja yang harus menghilang?

* * * * * * * * * *

Cinta memang tak selalu indah, tak selalu saling memiliki. Selalu ada batu sandungan untuk mencapai kebahagian. Dan tokoh Rian menjadi penghalang itu. Rian adalah teman sekolah mereka, yang ternyata anak kandung Pak Hermawa yang juga papa tiri Arfin.

Rian merasa 'nggak ada yang menganggapnya ada......nggak ada yang menginginkannya' Rian kecewa pada papa kandungnya karena menyebabkan mamanya bunuh diri. Karena itulah Rian dendam kepada Arfin, dia menyalahkan Arfin karena Pak Hermawan lebih memilih menikah dengan mama Arfin yang kaya dan meninggalkan Rian dan mamanya hidup dalam kesengsaraan.

Karena kebencian Rian itulah Marsha harus merelakan Arfin pergi dari sisinya. Empat tahun mereka berpisah demi keselamatan Arfin dari niat Rian yang akan menghancurkan keluarga Arfin. Dan selama itu pula hidup Marsha dan Arfin tak lagi sama. Arfin merasa sangat frustasi dengan keputusan Marsha. Dan demi menemui gadis yang dicintainya itu, Arfin rela berbohong pada mamanya dengan dalih ditugaskan ke luar kota.

Dan setelah empat tahun Arfin menghilang, dia kembali dengan menjadi Direktur di Perusahaan Pak Ares tempat kerja Marsha. Dengan tujuan untuk bisa kembali merebut hati gadis yang dicintainya. Dan juga untuk menuntut pembalasan pada Rian.

Walaupun hampir kehilangan nyawanya Arfin akhirnya bisa kembali bersama Marsha. Hidup bahagia membangun keluarga kecilnya bersama gadis yang dicintainya. Dan bertambah lengkaplah kebahagiaan itu dengan hadirnya Exel buah cinta mereka. Mama Arfin pun akhirnya menikah dengan Pak Ares, bos Arfin yang ternyata papa kandung Arfin.

* * * * * * * * * *

Suka banget sama cerita ini. Adegan yang Arfin dan Marsha sama-sama di usir dari rumah mereka, menurutku itu so sweet banget. Takdir mempertemukan mereka di sekolah, trus Arfin ngajak Marsha ke gudang sekolah, tempat pertama kali mereka bertemu di acara pesta topeng penutupan MOS. Disitu kerasa banget Marsha dan Arfin saling memiliki, dan saling membutuhkan.

Trus adegan pas naik komidi putar waktu main ke KAMPUNG KULINER. Huaaa so sweet sekali, Marsha ngajak fhoto bareng. Ya walaupun hasil nggak memuaskan, trus Arfin bilang gini “Kalau kamu ingin aku membawamu pergi, tentu saja kamu harus jadiin aku keluargamu”

Selebihnya menurutku cerita ini bagus banget. Arfin yang jenius dalam merencanakan pembalasannya pada Rian. Perpisahan dengan orang yang dicintainya sangat mengharukan. Apalagi dengan alasan karena ada seseorang yang mengharapkan kehancuran Arfin. 

Mungkin segini aja ulasan Pangeran Mnemonik menurutku. Kalau bisa nambahin sih, sifat Arfin jangan terlalu serius, masih terlihat kaku. Kayaknya masih kurang dalam menunjukan perasaannya ke Marsha.Walaupun melakukan apapun demi bisa kembali bersama dengan gadis yang dicintainya. Setelah terpisah selama empat tahun. Tapi mungkin emang karena Arfin adalah sosok yang serius, jenius dan tegas. 

Baca cerita ini menguras emosi juga lho. Saya beneran nangis pas Marsha harus mengeraskan hatinya membiarkan Arfin pergi demi menghindari ancaman Rian. Pas Arfin ditusuk Rian, huaaa nggak tega. menyaksikan orang yang kita cintai terluka didepan mata kita sendiri. Menantikan saat-saat kritisnya antara hidup dan mati.

Dendam dan kebencian tidak membuat hati Rian merasa puas. Dan akhirnya Rian memutuskan bunuh diri, karena merasa dendamnya telah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. "Dia menyerah." Dan lari dari dirinya sendiri, Atau dia sadar mentalnya tidak akan bisa disembuhkan, maka itu jalan terakhirnya, melakukan perbuatan keji itu.

Seperti kata Arfin tidak mengerti dan tidak tahu bagaimana harus merespon berita tentang Rian yang bunuh diri. Tidak lega, tidak sedih, tapi juga tidak bahagia. Ngeri, mungkin itu tepatnya.

* * * * * * * * * *

Hei, Fin. Menurutmu apa arti hidup itu?”

"Hidup?" Arfin berfikir sejenak, kemudian dengan ringan dia menjawab, "Hidup itu... Berjuang. Hidup itu gimana kita bisa menghadapi masalah." Arfin makin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Marsha.

Marsha tercenung lalu tersenyum. Jawaban Arfin ada benarnya juga, Marsha menghela nafas, puas. Hidup adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah. Dan untuk itu selalu ada pilihan-pilihan, baik dan buruk.

Cinta memang rumit, tapi karena cinta diantara mereka begitu kuat. Seberat apapun rintangannya pasti bisa mereka lalui. 

* * * * * * * * * *

Huaaaaaaaa........Mencoba meriview karya salah satu penulis favorit saya di situs www.wattpad.com
 huft!!! ternyata lumayan menguras imajinasi yuaaa, padahal tinggal kasih kumen aja
makanya saya jarang kasih kumen buat setiap cerita yang saya baca
cukup baca dan mengerti alur ceritanya, done. *Silent Reader

 Untuk lebih jelasnya tentang cerita ini silahkan kunjungi :

 ( RirisRF  : http://www.wattpad.com/user/RirisRF ) 

*  pangeran mnemonik : 1
 http://www.wattpad.com/story/1695372-pangeran-mnemonik
* pangeran mnemonik : One More Time
 http://www.wattpad.com/story/2117959-pangeran-mnemonik-one-more-time