Pangeran
Mnemonik 1
"Kamu
mencariku sampai ke sini ya, Putri Kelinci?"
Saat
pesta topeng, acara yang diadakan untuk penutupan MOS, Marsha yang
kebingungan mencari pasangan dansa nomor dua puluh tujuhnya, akhirnya
menemukan cowok itu di tempat ini. Di gudang ini. Cowok itu... Arfin
Dirgantara. Sang jenius Pangeran Mnemonik.
Pertama
kali mengenalnya, Marsha jengkel setengah mati padanya. Bagaimana
mungkin cowok arogan, sok, dan over PD kayak dia bisa dipuja oleh
banyak anak cewek seantero sekolah??
Dan
bagaimana mungkin, cowok pujaan banyak cewek itu mendadak dengan
terang-terangan mendekatinya? Dalam situasi apapun, Arfin selalu
menunjukkan rasa sukanya pada Marsha. Meskipun kadang dengan
kata-kata dan ekspresi yang tidak Marsha mengerti.
Sampai
akhirnya Marsha sadar, bahwa cowok itu adalah Pangeran yang selama
ini ditunggu-ditunggu untuk menjemputnya...
*
* * * * * * * * *
Pangeran
Mnemonik : One More Time
Pertemuan yang seakan membuka
celah bagi cahaya untuk masuk secara perlahan ke hati mereka. Setelah
empat tahun lamanya, setelah hati telah tertempa oleh begitu banyak
rasa dingin kerinduan. Akhirnya, sekarang mereka telah mampu saling
menatap, menyelami.
Arfin
Dirgantara :
Pemilik
keabadian yang separuh hati dan jiwanya selama ini kurindukan, Tak
akan kubiarkan dia lari lagi lebih jauh dari ini. Akan kubuat dia
terikat erat, meski dengan keterbatasanku.
Marshareva
Arifianti :
Apa
yang dia pikirkan dibalik matanya yang menatapku dengan cara yang tak
sama seperti dulu? Apa benar, tempaan yang membuatnya menjadi seperti
ini? Tolong, jangan lagi membuatku harus mengusirnya menghilang.
Masih bisa kurasakan sakit yang menggerogoti jiwaku kala itu. Atau,
mungkinkah kali ini aku saja yang harus menghilang?
*
* * * * * * * * *
Cinta
memang tak selalu indah, tak selalu saling memiliki. Selalu ada batu
sandungan untuk mencapai kebahagian. Dan tokoh Rian menjadi
penghalang itu. Rian adalah teman sekolah mereka, yang ternyata anak
kandung Pak Hermawa yang juga papa tiri Arfin.
Rian
merasa 'nggak ada yang menganggapnya ada......nggak ada yang
menginginkannya' Rian kecewa pada papa kandungnya karena menyebabkan
mamanya bunuh diri. Karena itulah Rian dendam kepada Arfin, dia
menyalahkan Arfin karena Pak Hermawan lebih memilih menikah dengan
mama Arfin yang kaya dan meninggalkan Rian dan mamanya hidup dalam
kesengsaraan.
Karena
kebencian Rian itulah Marsha harus merelakan Arfin pergi dari
sisinya. Empat tahun mereka berpisah demi keselamatan Arfin dari niat
Rian yang akan menghancurkan keluarga Arfin. Dan selama itu pula
hidup Marsha dan Arfin tak lagi sama. Arfin merasa sangat frustasi
dengan keputusan Marsha. Dan demi menemui gadis yang dicintainya
itu, Arfin rela berbohong pada mamanya dengan dalih ditugaskan ke
luar kota.
Dan
setelah empat tahun Arfin menghilang, dia kembali dengan menjadi
Direktur di Perusahaan Pak Ares tempat kerja Marsha. Dengan tujuan
untuk bisa kembali merebut hati gadis yang dicintainya. Dan juga
untuk menuntut pembalasan pada Rian.
Walaupun
hampir kehilangan nyawanya Arfin akhirnya bisa kembali bersama
Marsha. Hidup bahagia membangun keluarga kecilnya bersama gadis yang
dicintainya. Dan bertambah lengkaplah kebahagiaan itu dengan hadirnya
Exel buah cinta mereka. Mama Arfin pun akhirnya menikah dengan Pak
Ares, bos Arfin yang ternyata papa kandung Arfin.
*
* * * * * * * * *
Suka
banget sama cerita ini. Adegan yang Arfin dan Marsha sama-sama di
usir dari rumah mereka, menurutku itu so sweet banget. Takdir
mempertemukan mereka di sekolah, trus Arfin ngajak Marsha ke gudang
sekolah, tempat pertama kali mereka bertemu di acara pesta topeng
penutupan MOS. Disitu kerasa banget Marsha dan Arfin saling memiliki,
dan saling membutuhkan.
Trus
adegan pas naik komidi putar waktu main ke KAMPUNG KULINER. Huaaa so
sweet sekali, Marsha ngajak fhoto bareng. Ya walaupun hasil nggak
memuaskan, trus Arfin bilang gini “Kalau kamu ingin aku membawamu
pergi, tentu saja kamu harus jadiin aku keluargamu”
Selebihnya
menurutku cerita ini bagus banget. Arfin yang jenius dalam
merencanakan pembalasannya pada Rian. Perpisahan dengan orang yang
dicintainya sangat mengharukan. Apalagi dengan alasan karena ada
seseorang yang mengharapkan kehancuran Arfin.
Mungkin
segini aja ulasan Pangeran
Mnemonik menurutku. Kalau bisa nambahin sih, sifat
Arfin jangan terlalu serius, masih terlihat kaku. Kayaknya masih
kurang dalam menunjukan perasaannya ke Marsha.Walaupun melakukan
apapun demi bisa kembali bersama dengan gadis yang dicintainya.
Setelah terpisah selama empat tahun. Tapi mungkin emang karena Arfin
adalah sosok yang serius, jenius dan tegas.
Baca cerita ini menguras emosi juga lho. Saya beneran nangis pas Marsha harus mengeraskan hatinya membiarkan Arfin pergi demi menghindari ancaman Rian. Pas Arfin ditusuk Rian, huaaa nggak tega. menyaksikan orang yang kita cintai terluka didepan mata kita sendiri. Menantikan saat-saat kritisnya antara hidup dan mati.
Dendam dan kebencian tidak membuat hati Rian merasa puas. Dan akhirnya Rian memutuskan bunuh diri, karena merasa dendamnya telah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. "Dia menyerah." Dan lari dari dirinya sendiri, Atau dia sadar mentalnya tidak akan bisa disembuhkan, maka itu jalan terakhirnya, melakukan perbuatan keji itu.
Dendam dan kebencian tidak membuat hati Rian merasa puas. Dan akhirnya Rian memutuskan bunuh diri, karena merasa dendamnya telah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. "Dia menyerah." Dan lari dari dirinya sendiri, Atau dia sadar mentalnya tidak akan bisa disembuhkan, maka itu jalan terakhirnya, melakukan perbuatan keji itu.
Seperti kata Arfin tidak mengerti dan tidak tahu
bagaimana harus merespon berita tentang Rian yang bunuh diri. Tidak lega, tidak sedih,
tapi juga tidak bahagia. Ngeri, mungkin itu tepatnya.
*
* * * * * * * * *
“Hei,
Fin. Menurutmu apa arti hidup itu?”
"Hidup?"
Arfin berfikir sejenak, kemudian dengan ringan dia menjawab, "Hidup
itu... Berjuang. Hidup itu gimana kita bisa menghadapi masalah."
Arfin makin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Marsha.
Marsha tercenung lalu tersenyum.
Jawaban Arfin ada benarnya juga, Marsha menghela nafas, puas. Hidup
adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah. Dan untuk itu selalu
ada pilihan-pilihan, baik dan buruk.
Cinta memang rumit, tapi karena cinta diantara mereka begitu kuat. Seberat apapun rintangannya pasti bisa mereka lalui.
Cinta memang rumit, tapi karena cinta diantara mereka begitu kuat. Seberat apapun rintangannya pasti bisa mereka lalui.
*
* * * * * * * * *
Untuk lebih jelasnya tentang cerita ini silahkan kunjungi :
( RirisRF : http://www.wattpad.com/user/RirisRF )
* pangeran mnemonik : 1
http://www.wattpad.com/story/1695372-pangeran-mnemonik
* pangeran mnemonik : One More Time
http://www.wattpad.com/story/2117959-pangeran-mnemonik-one-more-time
Huaaaaaaaa........Mencoba meriview karya salah satu penulis favorit saya di situs www.wattpad.com
huft!!! ternyata lumayan menguras imajinasi yuaaa, padahal tinggal kasih kumen aja
makanya saya jarang kasih kumen buat setiap cerita yang saya baca
cukup baca dan mengerti alur ceritanya, done. *Silent Reader
Untuk lebih jelasnya tentang cerita ini silahkan kunjungi :
( RirisRF : http://www.wattpad.com/user/RirisRF )
* pangeran mnemonik : 1
http://www.wattpad.com/story/1695372-pangeran-mnemonik
* pangeran mnemonik : One More Time
http://www.wattpad.com/story/2117959-pangeran-mnemonik-one-more-time


Tidak ada komentar:
Posting Komentar